Untuk (Medved, 2001). Pada ilmu kedokteran olah raga juga

Untuk memaksimalkan teradapat
beberapa faktor, yaitu : teknik, peralatan, latihan. Selain untuk memaksimalkan
performa atlet, faktor tersebut juga dapat mencegah cedera ketika berolah raga.
Melakukan pemansan sebelum melakukan aktivitas olah raga merupakan bagian dari
teknik yang benar. Dengan pemanasan sebelum olah raga temperature otot
meningkat (McGinnis, 2013). Perenggangan otot saat pemanasan
sebelum olah raga dapat menaikkan ketersedian ion kalsium. Kenaikan ion kalsium
pada otot meningkatkan aktivitas enzim yang dapat meninngkatkan sushu panas
pada sarcolemma yang berdampak
meningkatkan elastisitas pada otot (Bartlett , 2007).

Sendi syvonial
sering digunakan oleh manusia sebagai alat gerak khususnya atlet ketika
melakukan aktivitas latihannya. Pergerakan manusia, koordinasi antara sistem
saraf, otot, dan tulang terjadi. Pergerakan yang dilakukan manusia dapat diukur
dengan memperhatikan data kinematik. Dari data kinematic tersebut dapat
mendeskripsikan geometri pergerakan, gaya dan waktu. (Medved, 2001). Pada ilmu kedokteran olah raga juga
berperan untuk peningkatan performa atlet .Peningkatan performa atlit
tergantung pada program latihan yang diberikan. Selain program latihan yang
diberika kepada atlet untuk peningkatan performa atlet, kondisi mental atlet
juga berpengaruh pada performa seorang atlet (Boyle, 2010).

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

2.      Membrane fibrosum,
befungsi menstabilkan sendiri dan terbentuk dari jaringan ikat padan dan
mengelilingi sendi

1.      Membrana synovial,
permukaan sendi yang berhadapan dengan cartilage
dan bone serta menutupi cavita
articularis.

Sendi synovial merupakan
cavitas ruang sendi yang sempit memisahkan komponen rangka. Sendi synovial terdapat pada pada pergelangan
tangan, siku, panggul, ruas jari, poros tulang punggung. Pada sendi synovial memiliki ciri khas, yaitu (Drake, Vogl, & Mitchell, 2014):

Tulang femur termasuk
bagian dari tulang panjang. Tulang panjang memiliki pertumbuhan memanjang. Tulang
lunak atau cartilage yang ada pada
masa sebelum dewasa digantikan dengan tulang sejati atau bone. Dari adanya proses pergantian dari tulang lunak atau cartilage ke tulang sejati atau bone terbentuklah bekas pertumbuhan
memanjang pada tulang panjang orang dewasa. Pada tulang femur terdapat sendi synovial
atau yang lebih dikenal dengan diartrosis (White & Folkens, 2005).

Alat ukur antropometri yang lebih dikenal sebagai
anthropometer, dapat digunakan untuk mengetahui kesimetrisan seorang manusia
dengan menggunakan alat ukur antropometri, juga dapat digunakan untuk mengukur
ketidak simetrisan dari manusia tersebut. Ketidak simetrisan pada manusia
terdapat pada bagian tubuh tangan dan kaki. Bagian tangan (humerus, radius dan ulna)
sebelah kanan lebih panjang dari pada bagian kiri. Hal tersebut juga terdapat
pada bagian femur. femur bagian kiri
lebih panjang dari femur bagian
kanan. Tulang femur merupakan alat
gerak manusia bagian bawah atau lebih dikenal sebagai ekstremitas bawah. (ULIJASZEK ,
1994).

Perkembangan pengukuran
pada menusia sudah ada sejak jaman purba hingga sekarang. Pada awalnya
perkembangan pengukuran pada manusia dilakukan pada jaman kerajaan mesir kuno.
Namun pengukuran yang dilakukan pada jaman mesir kuno tidak diketahui
menggunakan peralatan apa. Pengukuran yang dilakukan pada jaman mesir kuno,
dimaksudkan untuk pemakaman para raja. Perkembangan selanjut pada abad
pertengahan. Awal mula penggunaan alat ukur antropometri digunakan pada jaman
renaisans. Penggunaan alat ukur antropomettri pada jaman renainansan digunakan
untuk memahat patung. Pada awal abad 19an penggunaan alat ukur antropometri
untuk bidang keseahatan mulai digunakan. Penggunaan alat ukur antropometri pada
bidang kesehatan pertama kali digunakan oleh James Tanner, seorang antropolog
fisik dan pediatrik. James Tanner menggunakan alat ukut antropometri untuk
mengukur kesimetrisan seorang manusia. (Dasgupta, 2001).v

Perkembangan pengukuran
pada menusia sudah ada sejak jaman purba hingga sekarang. Pada awalnya
perkembangan pengukuran pada manusia dilakukan pada jaman kerajaan mesir kuno.
Namun pengukuran yang dilakukan pada jaman mesir kuno tidak diketahui
menggunakan peralatan apa. Pengukuran yang dilakukan pada jaman mesir kuno,
dimaksudkan untuk pemakaman para raja. Perkembangan selanjut pada abad
pertengahan. Awal mula penggunaan alat ukur antropometri digunakan pada jaman
renaisans. Penggunaan alat ukur antropomettri pada jaman renainansan digunakan
untuk memahat patung. Pada awal abad 19an penggunaan alat ukur antropometri
untuk bidang keseahatan mulai digunakan. Penggunaan alat ukur antropometri pada
bidang kesehatan pertama kali digunakan oleh James Tanner, seorang antropolog
fisik dan pediatrik. James Tanner menggunakan alat ukut antropometri untuk
mengukur kesimetrisan seorang manusia. (Dasgupta, 2001).

Alat ukur antropometri yang lebih dikenal sebagai
anthropometer, dapat digunakan untuk mengetahui kesimetrisan seorang manusia
dengan menggunakan alat ukur antropometri, juga dapat digunakan untuk mengukur
ketidak simetrisan dari manusia tersebut. Ketidak simetrisan pada manusia
terdapat pada bagian tubuh tangan dan kaki. Bagian tangan (humerus, radius dan ulna)
sebelah kanan lebih panjang dari pada bagian kiri. Hal tersebut juga terdapat
pada bagian femur. femur bagian kiri
lebih panjang dari femur bagian
kanan. Tulang femur merupakan alat
gerak manusia bagian bawah atau lebih dikenal sebagai ekstremitas bawah. (ULIJASZEK ,
1994).

Tulang femur termasuk
bagian dari tulang panjang. Tulang panjang memiliki pertumbuhan memanjang. Tulang
lunak atau cartilage yang ada pada
masa sebelum dewasa digantikan dengan tulang sejati atau bone. Dari adanya proses pergantian dari tulang lunak atau cartilage ke tulang sejati atau bone terbentuklah bekas pertumbuhan
memanjang pada tulang panjang orang dewasa. Pada tulang femur terdapat sendi synovial
atau yang lebih dikenal dengan diartrosis (White & Folkens, 2005).

Sendi synovial merupakan
cavitas ruang sendi yang sempit memisahkan komponen rangka. Sendi synovial terdapat pada pada pergelangan
tangan, siku, panggul, ruas jari, poros tulang punggung. Pada sendi synovial memiliki ciri khas, yaitu (Drake, Vogl, & Mitchell, 2014):

1.      Membrana synovial,
permukaan sendi yang berhadapan dengan cartilage
dan bone serta menutupi cavita
articularis.

2.      Membrane fibrosum,
befungsi menstabilkan sendiri dan terbentuk dari jaringan ikat padan dan
mengelilingi sendi

Sendi syvonial
sering digunakan oleh manusia sebagai alat gerak khususnya atlet ketika
melakukan aktivitas latihannya. Pergerakan manusia, koordinasi antara sistem
saraf, otot, dan tulang terjadi. Pergerakan yang dilakukan manusia dapat diukur
dengan memperhatikan data kinematik. Dari data kinematic tersebut dapat
mendeskripsikan geometri pergerakan, gaya dan waktu. (Medved, 2001). Pada ilmu kedokteran olah raga juga
berperan untuk peningkatan performa atlet .Peningkatan performa atlit
tergantung pada program latihan yang diberikan. Selain program latihan yang
diberika kepada atlet untuk peningkatan performa atlet, kondisi mental atlet
juga berpengaruh pada performa seorang atlet (Boyle, 2010).

Untuk memaksimalkan teradapat
beberapa faktor, yaitu : teknik, peralatan, latihan. Selain untuk memaksimalkan
performa atlet, faktor tersebut juga dapat mencegah cedera ketika berolah raga.
Melakukan pemansan sebelum melakukan aktivitas olah raga merupakan bagian dari
teknik yang benar. Dengan pemanasan sebelum olah raga temperature otot
meningkat (McGinnis, 2013). Perenggangan otot saat pemanasan
sebelum olah raga dapat menaikkan ketersedian ion kalsium. Kenaikan ion kalsium
pada otot meningkatkan aktivitas enzim yang dapat meninngkatkan sushu panas
pada sarcolemma yang berdampak
meningkatkan elastisitas pada otot (Bartlett , 2007).

Perkembangan pengukuran
pada menusia sudah ada sejak jaman purba hingga sekarang. Pada awalnya
perkembangan pengukuran pada manusia dilakukan pada jaman kerajaan mesir kuno.
Namun pengukuran yang dilakukan pada jaman mesir kuno tidak diketahui
menggunakan peralatan apa. Pengukuran yang dilakukan pada jaman mesir kuno,
dimaksudkan untuk pemakaman para raja. Perkembangan selanjut pada abad
pertengahan. Awal mula penggunaan alat ukur antropometri digunakan pada jaman
renaisans. Penggunaan alat ukur antropomettri pada jaman renainansan digunakan
untuk memahat patung. Pada awal abad 19an penggunaan alat ukur antropometri
untuk bidang keseahatan mulai digunakan. Penggunaan alat ukur antropometri pada
bidang kesehatan pertama kali digunakan oleh James Tanner, seorang antropolog
fisik dan pediatrik. James Tanner menggunakan alat ukut antropometri untuk
mengukur kesimetrisan seorang manusia. (Dasgupta, 2001).

Alat ukur antropometri yang lebih dikenal sebagai
anthropometer, dapat digunakan untuk mengetahui kesimetrisan seorang manusia
dengan menggunakan alat ukur antropometri, juga dapat digunakan untuk mengukur
ketidak simetrisan dari manusia tersebut. Ketidak simetrisan pada manusia
terdapat pada bagian tubuh tangan dan kaki. Bagian tangan (humerus, radius dan ulna)
sebelah kanan lebih panjang dari pada bagian kiri. Hal tersebut juga terdapat
pada bagian femur. femur bagian kiri
lebih panjang dari femur bagian
kanan. Tulang femur merupakan alat
gerak manusia bagian bawah atau lebih dikenal sebagai ekstremitas bawah. (ULIJASZEK ,
1994).

Tulang femur termasuk
bagian dari tulang panjang. Tulang panjang memiliki pertumbuhan memanjang. Tulang
lunak atau cartilage yang ada pada
masa sebelum dewasa digantikan dengan tulang sejati atau bone. Dari adanya proses pergantian dari tulang lunak atau cartilage ke tulang sejati atau bone terbentuklah bekas pertumbuhan
memanjang pada tulang panjang orang dewasa. Pada tulang femur terdapat sendi synovial
atau yang lebih dikenal dengan diartrosis (White & Folkens, 2005).

Sendi synovial merupakan
cavitas ruang sendi yang sempit memisahkan komponen rangka. Sendi synovial terdapat pada pada pergelangan
tangan, siku, panggul, ruas jari, poros tulang punggung. Pada sendi synovial memiliki ciri khas, yaitu (Drake, Vogl, & Mitchell, 2014):

1.      Membrana synovial,
permukaan sendi yang berhadapan dengan cartilage
dan bone serta menutupi cavita
articularis.

2.      Membrane fibrosum,
befungsi menstabilkan sendiri dan terbentuk dari jaringan ikat padan dan
mengelilingi sendi

Sendi syvonial
sering digunakan oleh manusia sebagai alat gerak khususnya atlet ketika
melakukan aktivitas latihannya. Pergerakan manusia, koordinasi antara sistem
saraf, otot, dan tulang terjadi. Pergerakan yang dilakukan manusia dapat diukur
dengan memperhatikan data kinematik. Dari data kinematic tersebut dapat
mendeskripsikan geometri pergerakan, gaya dan waktu. (Medved, 2001). Pada ilmu kedokteran olah raga juga
berperan untuk peningkatan performa atlet .Peningkatan performa atlit
tergantung pada program latihan yang diberikan. Selain program latihan yang
diberika kepada atlet untuk peningkatan performa atlet, kondisi mental atlet
juga berpengaruh pada performa seorang atlet (Boyle, 2010).

Untuk memaksimalkan teradapat
beberapa faktor, yaitu : teknik, peralatan, latihan. Selain untuk memaksimalkan
performa atlet, faktor tersebut juga dapat mencegah cedera ketika berolah raga.
Melakukan pemansan sebelum melakukan aktivitas olah raga merupakan bagian dari
teknik yang benar. Dengan pemanasan sebelum olah raga temperature otot
meningkat (McGinnis, 2013). Perenggangan otot saat pemanasan
sebelum olah raga dapat menaikkan ketersedian ion kalsium. Kenaikan ion kalsium
pada otot meningkatkan aktivitas enzim yang dapat meninngkatkan sushu panas
pada sarcolemma yang berdampak
meningkatkan elastisitas pada otot (Bartlett , 2007).