Indonesia idea or prossesses a burning desire to make

                            Indonesia merupakan
negara dengan beragam budaya, adat dan Bahasa. Selain itu,  Indonesia juga memiliki banyak sumber daya
alam yang unik dan menarik hingga menjadi daya Tarik bagi masyarakat local
maupun mancanegara . Banyak dari orang asing yang menjadikan Negara Indonesia
menjadi pilihan pertama untuk menghabiskan waktu liburan. Selain daya tariknya
yang sangat memikat  , wisata Indonesia
juga terkenal dengan biayanya yang murah . Negara Indonesia memiliki berbagai
jenis wisata , di darat maupun di laut.

                          Dari tahun ke tahun,
jumlah pengunjung asing yang datang ke Indonesia semakin pesat. Menurut data
kementrian pariwisata (KEMENPAR) jumlah wisatawan asing pada bulan adalah
sebanyak 814,303 orang di tahun 2016. Di tahun 2017 jumlah tersebut meningkat
hingga mencapai angka 1,037,930 pengunjung.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

                             Indonesia memiliki
potensi alam yang sangat luas, Disinilah peran pengusaha dalam bisnis
pariwisata dalam melestarikan potensi alam Indonesia kedepan untuk selalu
memikat para pengunjung dengan memberikan inovasi terbaru dalam pengelolaan
sumber daya alam Indonesia supaya tetap memiliki daya Tarik untuk di kunjungi

 

 

 

 

 

BAB II METODE

  

 Ariekunto (2002:136) berpendapat bahwa metode
penelitian merupakan cara yang di gunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data
penelitianya.

         Dalam karya ilmiah ini, digunakan metode
deskriptif berdasarkan deskripsi secara sistematis, factual serta akurat Menggunakan
data yang bersumber dari beberapa situs resmi serta sumber elektronik book melalui
media Internet

Penulis melakukan riset melalui media internet dengan
menjelajah berbagai yang situs berisikan tentang pariwisata seperti hotel,
travel & tour dan lainnya yang kemudian akan membantu pembentukan karya
ilmiah ini

 

 

 

 

 

BAB III Pembahasan

 

Enterpreneur And Building Tourism Business

        Paula,
dalam bukunya yang berjudul “how to be enterpreneur and keep your sanity”
mendifinisikan “entrepreneur is  A Person
who visualizes an idea or prossesses a burning desire to make a change through
hard work , dedication and determination , knowing that it will satisfy their
ultimate persoal and business objectives” atau bisa di artikan bahwa seorang
pengusaha adalah dia yang dapat memvisualisasi ide dan memiliki rasa yang
menggebu-gebu terhadap perubahan dengan cara bekerja keras, dedikasi dan
mengetahui object bisnis.

 

         Industri Pariwisata merupakan kumpulan
usaha pariwisata yang saling
terkait dalam menghasilkan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan
wisatawan pada penyelenggaraan pariwisata. Dalam
industri pariwisata terdapat
berbagai usaha pariwisata, yaitu usaha
yang menyediakan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dan
penyelenggaraan pariwisata. (Ismayanti :2009)

 

 

 

Konsep dalam berbisnis pariwisata

1.      Wisatawan

Adalah aktor dalam kegiatan wisata dimana berwisata
menjadi sebuah pengalaman manusia untuk menikmati, mengantisipasi dan meng0ingatkan
masa-masa di dalam kehidupan. Dalam memulai bisnis wisata, pengusaha harus
mampu menetapkan target utama atau sasaran wisatawan

 

 

 

2.      Elemen geografi

 

1.      Daerah asal wisatawan (DAW)

Merupakan daerah tempat asal wisatawan berada.
Pengusaha harus dapat mencari informasi tentang objek dan daya Tarik wisata
yang di minati wisatawan, membuat pemesanan dan bagaimana keberangkatan menuju
daerah tujuan

 

2.      Daerah Transit (DT)

Tidak seluruh wisatawan harus berhenti di daerah itu .
namun, seluruh wisatawan pasti akan melalui daerah tersebut sehingga peranan DT
pun penting. Seringkali terjadi, Perjalanan wisata berakhir di daetah transit, bukan
di daerah tujuan. Hal inilah yang membuat negara-negara seperti singapura dan
Hong Kong berupaya menjadikan daerahnya menjadi mutifungsi, yakni sebagai
daerah transit dan daerah tujuan wisata

 

3.      Daerah Tujuan Wisata

Daerah ini sering dikatakan sebagai Sharp End (Ujung
Tombak) pariwisata. Di DTW ini dampak pariwisata sangat di rasakan sehingga di
butuhkan perencanaan dan straregi manajemen yang tepat untuk menarik wisatawan,
Daerah Tujuan Wisata merupakan pemacu keseluruhan system pariwisata dan
menciptakan permintaan untuk perjalanan dari Daerah Asal Wisatawan. Daerah
Tujuan Wisata juka merupakan rasio d’Entre atau alasan utama
perkembangan pariwisata yang menawarkan hal-hal yang berbeda dengan rutinitas
wisatawan

3.  Indurstri
Pariwisata

               Elemen
ketiga dalam system pariwisata adalah industry pariwisata. Industry yang
menyediakan daya Tarik, dan saana wisata. Industi yang merupakan unit-unit
usaha atau bisnis di dalam kepariwisataan dan tersebar di ketiga area geografi
tersebut. Sebagai contoh, biro perjalanan wisata bisa di temukan di daerah asal
wisatawan, penerbangan bisa di dtemukan baik di daerah asal wisatawan maupun di
daerah transit dan akomodasi bisa di temukan di tujuan wisata.

 

 

Cabang-cabang usaha pariwisata

a.       Jasa transportasi wisata

Asalah usaha khusus yang menyediakan
angkutan untuk kebutuhan dalam kegiatan pariwisatan dan bukan angkutan
transportasi regular/umum

b.      Jasa perjalanan wisata

Adalah usaha biro perjalanan wisata dan
usaha agen perjalanan wisata. Usaha biro perjalanan wisata meliputi usaha
penyediaan jasa pernecanaan perjalanan dan/atau jasa pelayanan dan
penyelernggaraan pariwisata, termasuk penyelenggaraan perjalanan ibadah. Usaha
agen perjalanan wisata meliputi usaha jasa pemesanan sarana, seperti pemesanan
tiket dan pemesanan akomodasi, serta pengurusan dokumen perjalanan

 

c.       Jasa makanan dan minuman

Adalah usaha jasa penyediaan makanan dan
minuman yang di lengkapi dengan peralatan dan perlengkapan untuk proses
pembuatan yang berupa restoran, kafe, jasa boga dan bar atau kedai minum

d.      Penyedia Akomodasi

Merupakan usaha yang menyediakan elayanan
penginapan yang dapat di lengkapi dengan pelayanan pariwisata lain. Usaya
penyediaan akomodasi adalah usaha yang menyediakan pelayanan penginapan yang
dapat di lengkapi dengan pelayanan pariwisata lainnya. Usaha penyediaan
akomodasi dapat berupa hotel , villa, pondok wisata, bumi perkemahan ,
persinggahan , caravan , dan akomodasi lain yang di gunakan untuk tujuan
pariwisata

e.       Penyelenggara Kegiatan Hiburan dan Rekreasi

Merupakan usaha yang ruang lingkup
kegiatannya berupa usaha seni pertunjukan, arena permainan , karaoke , bioskop
, dan kegiatan hiburan serta rekreasi lain yang bertujuan untuk pariwisata

f.       Usaha Jasa Impresariat

Adalah kegiatan pengurusan ,
penyelenggaraan hiburan , baik yang berupa mendatangkan , mengirim ,  maupun mengembalikan serta menentukan tempat
, waktu , dan jenus hiburan

g.       Penyelenggara Pertemuan , Perjalanan
Insestif , Konferensi dan pameran

Adalah usaha yang memberikan jasa bagi
suatu pertemuan sekelompok orang , menyelenggarakan perjalanan bagi karyawan
dan mitra usaha sebagai imbalan atas prestasi , dan menyelenggarakan pameran
untuk menyebarluaskan informasi dan promosi suatu barang dan jasa yang berskala
nasional , regional , dan internasional

h.      Jasa informasi pariwisata

Merupakan usaha yang menyediakan data ,
berita , feature , foto , video , dan hasil penelitian mengenai kepariwisataan
yang disebarkan dalam bentuk bahan cetak dan/atau elektronik

i.       
Jasa Konsultasi Pariwisata

Adalah usaha yang menyediakan saran dan
rekomendasi mengenai studi kelayakan, perencanaan , pengelolaan , usaha,
penelitian dan pemasaran di bidang kepariwisataan

j.       
Jasa Pramuwisata

Adalah usaha yang menyediakan dan/atau
mengoordinasikan tenaga pemandu wisata untuk memenuhi kebutuhan wisatawan dan /
atau kebutuhan biro perjalanan wisata

k.      Wisata Tirta

Merupakan usaha yang menyelenggarakan
wisata dan olahraga air , termasuk penyediaan sarana dan prasarana serta jasa
lainnya yang di kelola secara komersial di perairan laut, pantai , sungai ,
danau dan waduk

l.       
SPA

Adalah Usaha jasa perawatan yang memberikan
perawatan dengan metode kombinasi terapi air, terapi aroma, pijat ,
rempah-rempah , layanan makanan/minuman sehat dan olah aktivitas fisik dengan
tujuan menyeimbangkan jiwa dan raga yang tetap memperhatikan tradisi dan budaya
bangsa Indonesia

                                                                                                    

   
Usaha-usaha pendukung lainnya dalam industry pariwisata meliputi di
antaranya usaha cinderamata, pendidikan pariwisata, polisi pariwisata, serta
usaha-usaha lain seperti penukaran uang , 
bank , klinik kesehatan , dan usaha telekomunikasi

 

 

 

 

Jenis Wisatawan

Dalam berbisnis pariwisata, pengusaha tentunya harus dapat memahami
perilaku wisatawan. Menurut hasil studi Westvlaams Ekonomisch Studiebureau dan
Horner (1998:88) dihasilkan tujuh jenis wisatawan berdasarkan destinasi
tujuan wisata

1.       Pencinta Laut
aktif atau active sea lovers

Wisatawan yang berwisata
ke pantai dan laut terdekat. Wisata bahari adalah tema perjalanannya dan segala
hal yang berkaitan dengan kelautan menjadi topik yang menarik untuk di bicarakan
. Ia tidak takut akan tantangan dunia maritime , bahkan jika ada kegiatan baru
di perairan , ia tidak segan melakukannya. Beberapa kegiatan yang di lakukan di
antaranya selam , selancar , sk air , berlayar , berperahu dan kegiatan lainnya
di laut

2.       Pelancong
berorientasi hubungan atau contact-minded holiday makers

Wisatawan yang senang
mendapatkan teman baru dan sangat ramah kepada masyarakat di daerah tujuan
wisata, Tujuan perjalanannya selalu berorientasi pada teman baru dan ia gemar
melakukan kontak social dengan siapapun dari level manapun. Tipe wisatawan ini
yang berpelilaki lintas budaya dan dia selalu mempelajari karakter budaya yang
hendak ia datangi

3.       Penikmat
pemandangan alam atau Nature Viewer

Wisatawan yang ingin di
terima dengan baik oleh penduduk local sehingga ia akan selalu mempelajari  hal-hal apa saja ang benar dan salah dari
lingkungan. Tipe wisatawan ini menikmati pemandangan dan bentang alam di daerah
tujuan wisata. Budaya dana lam baginya merupakan perpaduan yang unik dan bisa
memberikan pengalaman luar biasa

4.       Pencari
istirahat atau Rest-seekers

Satu tujuan wisata yang
di lakukan oleh wisatawan dari kelompok ini , yaitu beristirahat tanpa gangguan
siapa pun. Ia tidak ingin di ganggu oleh kegiatan apapun , selain liburan.
Wisata adalah wisata dan tidak ada dalam benaknya memadukan wisata dengan
bisnis karena baginya wisata adalah sebuah kegiatan mandiri. Ia memilih
tempat-tempat tersembunyi dengan fasilitas yang memadai dan dapat melindungi
privasi

5.       Penemu atau Discover

Wisatawan yang menyukai
wisata budaya dan ia juga menyukai wisata alam . kadang wisata petualang baik
yang bertema alam maupun budaya. Ia senang bertemu dengan sesuatu yang baru .
pantai yang perawan dan budaya yang asli menjadi bahan yang selalu di cari

6.       Wisatawan
keluarga pencinta matahari dan laut

Wisatawan ini selalu
berwisata dengan keluarga. Biasanya berada dalam kelompok besar dan melakukan
kegiatan wisata bersama anak-anak sehingga ia serin menjalani kegiatan wisata
yang ramah anak , supaya kegiatan wisata tersebut dapat di nikmati oleh
anak-anak ,  terutama anak-anak usia di
bawah lima tahun. Kelompok ini yang mendorong timbulnya klub anak-anak di
tempat-tempat wisata dengan beragam kegiatan kreatif seperti melukis , membuat
kerajinan  tangan , panjang pohon
,meluncur dengan tali dan kegiatan yang melatih motoric anak

7.       Wisatawan
Tradisionalis

Kelompok ini merupakan
orang-orang yang konservatif. Ia mengutamakan keamanan dan keselamatan
berwisata sehingga ia akan mencari tempat-tempat wisata yang aman dan nyaman .
sebisa-bisanya ia menghindari kegiatan wisata yang berisiko tinggi , apalagi
yang penuh dengan ketidak pastian .Isu politik sebuah negara , Misalnya menjadi
perhatian ketika ia akan berwisata. Meskipun telah memesan hotel di sebuah
negara , tetapi jika ia mendengar rumor buruk tentang negara tersebut ,
wisatawan ini akan langsung membatalkan pesanannya tanpa banyak berpikir
panjang

 

       Jika ditinjau berdasarkan pendapat di
atas pada dasarnya pengelompokan wisata menggunakan kesamaan prinsip setiap
pakar selalu mempertimbangkan perilakunya ketika berwisata, terutama dalam hal

1.       Memotivasi
Perjalanan;

2.       Preferensi
daerah tujuan wisata;

3.       Kegiatan wisata
selama berlibur; dan

4.       Jenis
perjalanan wisata

Pemasaran Pariwisata

Pemasaran
Pariwisata

1.       Promosi

Kegiatan promosi merupakan suatu kegiatan yang intensif dalam waktu yang
relative singkat. Dalam kegiatan promosi , 
di adakan usaha untuk memperbesar daya Tarik produk wisata terhadap
calon konsumen. Konsumen dan permintaanya tidak di garap , tetapi produknya
yang lebih di sesuaikan dengan permintaan konsumen . Untuk mengadakan promosi ,
harus di sadari bahwa yang di distribusikan ke pasar sering bukan produk yang
sudah jadi , melainkan hanya komponen-komponennya saja, seperti hotelnya,
atraksinya, angkutannya dan lain-lain. Komponen itulah yang masih harus di ramu
kembali sehingga menjadi suatu produk paket wisata yang lengkap . produk paket
wisata yang sudeh lengkap dapat di susun sendiri oleh wisatawan yang melakukan
perjalanan , sehingga promosi pun harus di tunjukan kepada calon wisatawan .
cara ini biasa di sebut konsumen langsung atau promosi langsung. Promosi
langsung biasanya di lakukan oleh semua lembaga yang bersangkutan dengan
pemasaran produsen paket wisata , biro perjalanan umum dana gen perjalanan .
Banyak wisatawan membayar untuk produk yang sudah jadi yang disusun oleh biro
perjalanan. Maka jelaslah bahwa agen perjalanan juga harus di jadikan sasaran
promosi . cara seperti ini disebut promosi tidak langsung. Tujuan promosi
adalah menarik perhatian para biro wisata dengan komponen-komponen produk
pariwisata yang di tawarkan dan membuat mereka bersedia untuk menjualnya

2.       Analisis Pasar
Pariwisata

Setiap pemasaran , termasuk pemasaran pariwisata, pada awalnya di mulai
dengan membuat analisis pasar wisata meliputi analisis persepsi wisatawan .
Berawal dari data inilah, strategi pemasaran harus di laksanakan. Langkah
strategis yang perlu di lakukan dalam pelaksanaan pemasaran adalah perencanaan
, pelaksanaan , pemantauan , dan yang lebih penting adalah evakuasi sebagai
umpan balik (Feedback)

 

3.       Sistem
Informasi Pemasaran

Berperan sangat pentng karena calon wisatawan berkembang dinamis dari
waktu ke waktu. Keputusan harus cepat di ambil untuk kemudian membuat
perencanaan , pelaksanaan , pengorganisasian dan melakukan control , membuat
keputusan untuk melakukan pemasaran, dan mengkomunikasikan ke seluruh bagian
terkait . Keputusan di lakukan dengan penaposan , kesesuaian informasi dengan
informasi yang di butuhkan dan kesesuaian informasi dengan informasi yang di
butuhkan dan pendistribusian informasi. Dan lain-lain